Selamat Datang di BlogBari...Mari Kita Jaga dan Lestarikan Lingkungan Kita mulai Dari Diri Sendiri...

Saturday, March 6, 2010

TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT




TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT


A. Sejarah dan Dasar Hukum
Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) merupakan taman nasional terluas di Indonesia. Pertama kali ditetapkan berdasarkan Surat Penunjukkan Menteri Pertanian Nomor 736/ Mentan/ X/ 1982, kemudian ditetapkan kembali melalui SK Menhut No. 420/Kpts-II/ 2004, tgl 19 Okt 2004, perubahan fungsi HPT Sipurak Hook di  Kab Merangin  seluas  ± 14.160 ha menjadi TNKS,  ± 1.389.549,867 Ha. Keberadaan TNKS sangat strategis sebagai sumber daya alam (SDA) sekaligus pendukung pembangunan yang berkelanjutan, khususnya bagi Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan.
B. Gambaran Wilayah
Secara administratif, kabupaten Kerinci dibagi dalam 17 (tujuh belas) kecamatan dengan berbagai perkembangannya masing-masing, baik karena potensi geografis, sumber daya alam, sumberdaya manusia, maupun karena pembangunan prasarana pada masing - masing wilayah.
Letak wilayah Kabupaten Kerinci secara geografis adalah diantara 01°41’ sampai 02°26’ lintang selatan dan 101°08’ sampai 101°40’ bujur timur dengan ibu kota Sungai Penuh yang berjarak 418 km dari Kota Jambi.  TNKS termasuk ke dalam 4 wilayah Propinsi dan 13 wilayah Kabupaten/Kota , yaitu: Provinsi Sumatra Barat (pesusur Selatan, Solok Selatan, Solok dan Damasraya), Jambi (Kerinci, Merangin,  dan  Bungo), Bengkulu (Bengkulu Utara, Muko-Muko, Rejang Lebong dan Lebong), dan Sumatra Selatan (Musi Rawas dan Lubuk Linggau) dengan batas-batas sebagai berikut :
- Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Merangin.
- Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Bungo dan Kabupaten Merangin.
- Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Muko – Muko Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat.

C. Struktur Organisasi
STRUKTUR ORGANISASI BALAI TN. KERINCI SEBLAT
(SK. MENHUT. No. 6186/Kpts-II/2002 Tgl 10 Juni 2002)

D. Potensi
1. Keragaman Ekosistem
Penetapan TNKS sebagai kawasan pelestarian alam terutama didasarkan atas tingginya keragaman ekosistem, mulai dari hutan hujan dataran rendah (Tropical Lowland Forest), danau dan ekosistem basah, rawa air tawar dataran tinggi sampai hutan pegunungan (Sub Alpine) dengan pucuk tertingginya Gunung Kerinci, 3.805 meter dari permukaan laut (mdpl).
Secara ekologis bentang alam TNKS merupakan kawasan ekosistem asli yang cukup lengkap, mulai dari dataran rendah sampai pegunungan. Penelitian Loumonier (1994) mengklasifikasikan hutan TNKS menjadi beberapa bagian: hutan dataran rendah (lowland forest), hutan bukit (hill forest),hutan sub-montana (sub-montane forest), hutan montane rendah (lower montane forest), hutan montane sedang (mid-montane forest), hutan montane tinggi (upper montane forest), dan padang rumput sub-alpine (subalpine thicket).
Dari klasifikasi hutan itu, Loummonier menjelaskan potensi keragaman hayati yang ada di dalamnya, yakni:
Hutan montane sedang (mid-montane forest) Hutan montane sedang ada pada ketinggian 1900-2400 m dari permukaan laut (dpl). Proporsi tanaman microphylus pada kanopi cukup banyak dan hutannya menjadi kurang lebat. Padocarpus merupakan species yang menonjol yang dapat mencapai ketinggian 25 m. Spesies-spesies dengan ketinggian kanopi 15-20 m meliputi Quercus oidcarva, Vernonia arborea, Arnodia puncata, Symingtonia populnea, Drypetes subsymetrica, Gordonia buxifolia, Weinmania blumet dan Polysma integrifolia. Batang-batang pohon ditutupi lumut dan tanaman epipit. Kanopi yang lebih rendah ditandai dengan spesies Ole javanica, Archidendron clypearia, Platea excelsa, Lithocarpus pseudomoluccus dan Myrsine hasseltii.

Hutan montane tinggi (Upper-montane forest) Symplocos, Myrsine dan Ardisia merupakan genus dominan di hutan montana tinggi dengan ketinggian antara 2400-2900 m dpl. Spesies utama pada kanopi tertinggi (10-15 m) adalah Sympolocos cochinchinensis var. sessilifolia dan Ilex pletobrachiata, sementara pada lapisan yang lebih rendah didominasi oleh Arsdisia laevigata, Meliosma lanceolata dan Cyathea trahypoda.
Padang rumput Sub-alpine (Subalpine thicket) Pada ketinggian 2900 m ke atas, kita menemukan padang rumput Sub-alpine dengan tinggi 3-6 m yang didominasi oleh Ericaceae (Rhododendron retusum, Vacinum miquelii dan Gaultherianummlaroids), dan Symplocaceae (Symplocos cohinchinensis).
Beberapa lahan basah yang ditemukan di TNKS, ditulis Giesen dan Sukotjo (1991). Salah satu yang patut dicatat adalah Rawa Bento, yang terletak pada ketinggian 1.375 m dpl. Danau dan rawa ini merupakan lahan basah dengan luas sekitar 1.000 ha yang terdiri dari hutan rawa dengan tanaman kerdil, beberapa rawa gambut sempit dan danau-danau kecil.
Hutan rawa ini terdiri dari pohon-pohon dengan ketinggian 5-6 m dengan diameter yang bervariasi antara 2-6 cm. Batang pohon tersebut ditutupi oleh lumut yang mengering dan dihiasi dengan pakuan-pakuan yang merambat. Rawa Bento tergolong unik di Sumatera karena habitat dan vegetasinya saat ini terancam oleh manusia yang mengkonversi rawa menjadi sawah.
Hutan rawa penting lainnya adalah rawa Ladeh Panjang. Luasnya sekitar 150 ha, terletak di ketinggian 1950 m dpl dan seluruhnya terdiri dari hutan rawa dengan tanaman kerdil, serta beberapa kawasan semak dan belukar. Daerah ini merupakan habitat mamalia besar, seperti rusa sambar (Cervus Unicolor), muntjak (Muntiacus muntjak), harimau Sumatera (Pantera tigris Sumatrae) sun-bear (Helarctos malayanus), clouded leopard (Neofelis nebolusa), porcupine (Hystrtix sp), wild pig (Sus scrofa) siamang (Symphalagus syndactylus) dan tapir (Tapirus indicus). Ladeh Panjang merupakan hutan rawa tertinggi di Sumatera. Selain itu TNKS juga memiliki beberapa danau, anatara lain Danau Gunung Tujuh, Depati Empat, dan Belibis.
Keanekaragaman hayati TNKS sudah diakui secara nasional maupun internasional. Hal ini terbukti dengan pencanangan “Kawasan Asia Tenggara (Asean Haritage Site)" buat TNKS.
2. Flora dan Fauna
Dalam kawasan TNKS terdapat lebih dari 4.000 jenis tumbuhan baik yang berbentuk pohon perdu maupun liana, termasuk 300 spesies anggrek. Di beberapa lokasi tumbuh jenis-jenis pohon khas yang hanya terdapat di daerah Kerinci antara lain; kayu sigi atau pinus Kerinci (Pinus merkusii strain Kerinci) dan kayu pacat (Harpulia arborea). Jenis-jenis tumbuhan khas lain di antaranya pembuluh (Histiopteris incisca), bunga bangkai (Amorphophalus titanum), dan bunga raflesia (Rafflesia arnoldi). Penelitian Biological Science Club (BScC) tahun 1993 menemukan, di perbatasan TNKS juga tumbuh setidaknya 115 jenis tumbuhan obat yang digunakan untuk obat tradisional, kosmetik, bumbu dan obat anti nyamuk.
Selain itu juga terkandung berbagai macam satwa, antara lain 352 jenis burung dan 144 jenis mamalia, sehingga juga dikenal sebagai "sorga' atau "kerajaan satwa" Sumatera. Jenis burung langka yang hidup dalam kawasan ini antara lain rangkong badak (Buceros rhinoceros), enggang/kangkareng (Anthrococeros convexus), elang hitam (Ichtinaetus malayensis) dan kuau (Argusianus argus). Selain itu juga terdapat jenis burung yang hanya hidup di TNKS, seperti ayam hutan perut merah (Arborophylla rubirostrys), burung daun sayap hijau (Chloropsis venusta), kokoa Sumatera (Cochoa beccarii), paok kepala besar (Pitta schnideri), dan merak Sumatera (Polypectron chalcurun).
Jenis-jenis satwa yang juga merupakan jenis satwa kharismatik atau "flagship" (unggulan) antara lain harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), dan gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus). Jenis satwa lain yang juga dilindungi di antaranya siamang (Sympalangus syndactylus), tapir (Tapirus indicus), rusa sambar (Cervus unicolor), kijang (Muntiacus muntjak), napu/kancil (Tragulus napu), kambing hutan (Capricornis sumatrensis), dan kelinci Sumatera (Nesolagus netscheri).

3. Wisata Alam
Keindahan panorama TNKS beserta ekosistemnya merupakan potensi wisata alam yang layak dinikmati dan dikembangkan da­lam upaya pengembangan wisata. Ada beberapa potensi obyek wisata yang paling menarik dari TNKS, yakni :
ü    Gunung Kerinci
Merupakan gunung tertinggi di Sumatera dengan ketinggian 3.805 m dari permukaan laut. Gunung ini mempunyai banyak misteri dan keunikan yang merupakan gunung api tertinggi di Indonesia yang masih aktif. Luas kawasan yang dimiliki berukuran ± 580 m x 600 m dengan kondisi air sawah yang berwarna hijau kekuning-kuningan, suhu terendah diatas puncak gunung mencapai 5°C. Pada hari kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus dan pada hari libur pendidikan nasional banyak dikunjungi oleh pendaki-pendaki gunung.
Untuk mencapai puncak agunung Kerinci di perlukan waktu 8-10 jam dengan pemberhentian (selter) sebanyak 4 buah. Sesampainya di puncak gunung ini akan terlihat panorama alam yang menakjubkan, indah dan menarik. Untuk mencapai Kerinci dari kota Sungai penuh harus menempuh jarak lebih kurang 49 km.
ü    Danau Gunung Tujuh
Secara ilmiah Danai Gunung Tujuh merupakan danu vulkanik yang terbentuk akibat kegiatan gunung berapi di masa lampau. Danau ini berada di ketinggian 1.996 m dari permukaan laut dan merupakan danau tertinggi di Asia Tenggara. Danu ini berukuran panjang 4,5 km dan lebar 3 km yang dikelilingi oleh 7 buah gunung dengan puncak tertinggi 2.732 m dari permukaan laut. Kawasan danau ini merupakan kewasn Taman Nasional Kerinci Seblat yang menjadi salah satu keanekaragaman hayati. Objek wisata petualangan ala mini sering dijadikan tempat berkemah bagi para mahasiswa, pelajar dan wisatawan. Daya tarik kawasan ini meliputi keindahan alam yang mempesona serta udara yang sejuk dan bersih. Objek wisata ini berjarak lebih kurang 51 km dari Kota Sungai Penuh.
ü    Danau Belibis
Danau yang memiliki luas lebih kurang 2 Ha terletak di Lereng Gunung Kerinci dan merupakan danau vulkanik yang menawan. Kondisi alam pegunungan masih asli dan merupakan salah sdatu objek wisata yang mempunyai daya tarik khusus untuk di kunjungi.
Danau yang indah ini merupakan tempat minum berbai jeni satwa dasn tempat berkumpulnya Belibis. Danu Belibis dapat dicapai melalui Desa Gunung Labu atau Desa Kebun Baru. Jarak dari Kota sungai penuh lebih kurng 52 km.
ü    Danau Kerinci
Danau Kerinci merupakan Danau terbesar yang terdapat di Kabupater Kerinci dengan luas 4.200 Ha. Dari sepanjang pantai danau dapat dilihat pemandangan yang indah ke tengah danau dimana perahu-perahu nelayan sedang menangkap ikan. Danau ini oleh masyarakat di sekitar danau menjadi tumpuan tempat mencari nafkahdalam memenuhi ikan bagi masyarakat Kerinci. Penangkapan ikan dilakukan secara tradisional, diantaranya yang sngat unik adalah mengakap ikan dengan menyelan yang dilakukan pada malam hari tanpa menggunkan alat bantu pernapasan (tabung Oksigen).
Kawasan danau merupakan tempat rekreasi yang menarik, seperti memancing, berenang dan juga berkemah. Sebagian aktivitas lain dapat dinikmati sambil menyantap makanan khas danau yang tersedia di restoran-restoran sekitarnya. Danau ini terletak di tengah lembah kerinci yang berjarak 16 km dari Kota Sungai Penuh.
ü    Danau Lingkat
Danau yang masih alami ini terletak di pinggir hutan Taman Nasional Kerinci Seblat yang berdekatan dengan Desa Lempur Mudik. Luasnya lebih kurang 12 ha pada ketinggian 1.100 m dari permukaan laut. Untuk mencapai objek wisata ini dapat menggunakan bus umum. Hal yang menarik pada objek wisata ini, yakni masih dapat di dengar suara binatang seperti, Siamang dan yang lainya ketika matahari bersinar. Menjelajahi danau dengan rakit dan melihat batu yang unik berwarna-warni didasar danau yang dapat dilihat dari permukaan air.
ü    Air Terjun Telun Berasap
Air terjun Telun Berasap merupakan objek wisata yang letaknya di perbatasan Kabupaten Kerinci dengan Kabupaten Solok Sumatra Barat. Objek wisata ini dapat dicapai dengan kendaraan roda empat. Jarak dari Kota Sungai Penuh 60 Km. Sumber air terjun ini berasal dari Danau Gunung Tujuh yang mengalir melewati tebing terjal dengan ketinggian lebih kurang 50 m. objek wisata in I merupakan suatu kawasan yang sangat menarik. Banyak dikunjungi para wisatawan domestic san wisatawan asing. Butiran-butiran uap-air yang menyerupai asap dan pelangi yang berwarna indah tatkala matahari memantulkan sinarnya ikut menghiasi air terjun. Untuk mencapai lokasi yang dekat dengan air tejun harus melalui tangga yang telah ditata dengan baik
ü    Pancaro Rayo Dan Pancuran Gading
Dayatarik air terjun berketinggian lebih kurang 150 m ini berupa hujan embun yang tercipta akibat ketinggiannya serta kolam pemandian alam yang unik dan menarik. Kondisi hutan disekeliling air terjun ini masih alami dan merupakan habitat tumbuhan rotan yang di manfaatkan sebai bahan baku pembuatan meubel dan kerajinan lain.
Desa Lempuh Danau dan Desa Pulau Tengah merupakan dua desa yang berdekatan dengan objek wisata ini. Dari kedua desa yang dimaksud akan mudah untuk mengunjungi air terjun Panco Rayo dan Pancuran Gading. Perjalanan dari kota Sungai penuh sejauh lebih kurang km untuk mencapai kedua desa tersebut.
ü    Air Terjun Tujuh Tingkat
Bagi wisatawan yang menyukai kegiatan cros country atau wisata alam, objek wisata ini merupakan tempat yang cocok untuk kegiatan itu. Untuk mencapai objek wisata, wisatawan harus melewati hutan produksi kayu manis dan hutan lindung.
Seperti namanya obyek wisata memiliki air terjun tujuh tingkat. Air terjun tujuh tingkat pertama tingginya lebih kurang 6 m yang merupakan air sungai yang jatuh pada tebing terjal. Menyusuri sungai ini ke arah hulu akan ditemui pula air terjun tingkat kedua yang tingginya 50 m dan air yang jatuh seperti butir-butir uap air. Seterusnya pendakian dapt dilakukan sampai ketingkat ketujuh melalui hutan lindungyang banyak terdapat tumbuhan-tumbuhan hutan manau. Bagi petualang pemula cukup sampai ke air terjun tingkat kedua.
Desa Koto Tebu Tinggi atau Desa Mukai Tinggi Kecamatan Gunung Kerincvi merupakan tempat permulaan perjalanan ke air terjun tingkat ini. Untuk mencapai kedua desa tersebut harus menempuh perjalanan jauh lebih kurang 16 km dari Kota Sungai Penuh dengan kendaraan Bus.
ü    Rawa Ladeh Panjang
Rawa Ladeh Panjang hamparan lahan basah dengan luas lebih kurang 150 ha terletak pada ketinggian 1.950 m dari permukaan laut. Bagi pecinta dan pengamat binatang dapat menjumpai satwa liar, seperti Harimau Sumatra, Kambing Hutan, Rusa, Babi Hutan, dan berbagai jenis burung.
Untuk mencapai Rawa Ladeh Panjang dapat menggunakan bus dari kota Sungai Penuh sampai Desa Kebun Baru Kecamatan Kayu Aro lebih kurang 40 km perjalanan. Selanjutnya bejalan kaki selama 4-5 jam menuju obyek wisata. Disekitar lokasi obyek wisata Rawa Ladeh Panjang terdapat beberapa buah danau atau telaga ber air jernih merupakan tempat satwa minum dan beristirahat.
ü    Perkebunan Teh Kayu Aro
Perkebunan teh Kayu Aro merupakan perkebunan the yang terbesar di dunia dengan luas 3.020 m yang terhampar dari kaki gunung kerinci. Perkebunan teh dengan segala aktivitasnya merupakan obyek wisata agro yang menarik. Kegiatan pemetikan teh dan proses pengolahan teh menjadi produk yang siap di pasarkan merupakan atraksi yang menarik untuk dilihat.
Pada perkebunan teh Kayu Aro terdapat pula tempat rekreasi telaga yang dikelilingi pohon-pohon besar dengan Aroma Pecco. Dihari libur taman rekreasi ini ramai dikunjungi oleh wisatawan.
ü    Panorama Bukit Tapan & Bina Karya
Buki Tapan atau Bina Karya merupakan habitat endemic Kayu Pinus Strain Kerinci. Kayu Pinus memberi manfaat berupa getahnya berupa getahnya sebagai bahan baku utama pembuatan Gundrukem (bahan batik) dan terpenting, sedang kayunya di ekspor dipasaran Eropa. Dari Bukit Tapan atau Bina Karya dapat di lihat panorama keindahan alam Kerinci yang mengagumkan. Danau kerinci dan bentangan petak-petak sawahserta desa-desa tempat tinggal penduduk yang bertebaran dapat dilihat dari obyek ini.
ü    Sumber Air Panas Semurup
Obyek wisata ini terletak didesa Air Panas Baru Kec. Air hangat 11 m dari Kota Sungai Penuh. Air Panas yang keluar dari perut bumi merupakan hasil kegiatan Vulkanik, dengan luas permuaan lebih kurang 15 m² membentuk kolam kecil yang selalu mengepulkan uap.
Kegiatan yang dilakukan oleh wisatawan yang berkunjung ke obyek ini, yakni merebus telur dan pisang. Disamping itu, ada fasilitas kamarmandi yang digunakan untuk berendamguna penyembuhan penyakit kulit (health tourism). Tidak jauh dari obyek utama terdapat pula sumber air panas yang unik ramai dikunjungi oleh wisatawan.
ü    Tanjung Pelita
Tanjung Pelita adalah sebuah Tanjung yang terletak dipinggir Danau Kerinci berjarak ± 25 km dari Kota Sungai Penuh. Tanjung ini memiliki ketinggian ±20 m dari permukaan danau. Dari sini dapat terlihat pemandangan indah kearah danau. Tanjung Pelita merupakan taman rekreasi yang ramai di kunjungi oleh wisatawan, karena terdapat tempat-tempat santai dan merupakan tempat berkemah.
ü    Perkebunan Kayu Manis (Cassiavera)
Diantara andalan agrowisata Kabupaten Kerinci adalah perkebunan Kayu Manis yang tersebar di Pegunungan Kerinci . Kayu Manis dikenal pela dengan nama Cassiavera atau Cinanoum Burmanni. Hal yang menarik dari kegiatan agro wisata ini adalah melihat proses pembuatan Kayu Manis, mulai dari pengulitan dari batang pohonnya sampai pada tahap-tahap penyortiaran. Kayu Manis merupakan bahan baku rempah, obat-obatan dan minuman.
Kulit Manis Kabupaten Kerinci adalah komoditi ekspor yang dipasarkan kenaegara Amerika, Jepang, Jerman, Belanda, Belgia, Venezuella, Hungaria, Mexiko, Yunani, Kanada dan Singapus. Ekspor katu Manis Indonesia 85% dipenuhi oleh Kulit Manis yang berasal dari Kabupaten Kerinci.
ü    Goa Kasah
Merupakan sebuah Goa yang terletak dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat dengan jarak terdekat dari Desa Kersik TuoKecamatan Kayu Aro ±5 km. Goa ini merupakan habitat Kelelawar dan beberapa spesies burung. Di dalam goa terdapat relif yang menggambarkan antara lain wanita dan seekor binatang, serta sebuah tempat duduk dari batu.
Ruang utama berbentuk kubah ukuran 8 x 15 m dengan tinggi 15 m. menurut pengalaman para ahli, goa ini merupakan tempat tinggal manusia purba pada ratusan tahun lalu.

4. Wisata Budaya
ü    Mesjid Agung Pondok Tinggi
Kota Sungai Penuh merupakan Ibukota Kabupaten Kerinci yang dikenal dengan nama Kota Sakti. Kota Sakti ini memiliki arti Sejuk, Aman, Kenangan, Tertib dan Indah. Di Ibukota inilah Mesjid Agung Pondok Tinggi berada, yang terletak 500 m dari jantung kota .
Mesjid ini dibangun pertama kali pada tahun1874 M secara gotong royong oleh penduduk Pondok Tinggi, pada masa itu diberi dinding yang terbuat dari bamboo dan beratap ijuk. Pada tahu 1890 oleh masyarakat setempat diadakan renovasi dengan mengganti didingnya dengan kayu berukir.
Keunikan mesjid ini dibangun tanpa menggunakan paku besi tetapi dengan cara memadukan antara kayu yang satu dengan yang lainnya dengan pasak kayu sehingga dapat berdiri dengan mudah. Ornament yang digunakan didalamnya maupun diluar bangunannya menggunakan kombinasi antara seni ukir Persia , Roma, Mesir dan Indonesia . Mesjid ini dapat menampung lebih dari 2000 orang jemaah.
ü    Batu Berukir Dan Batu Megalitik
BTU Berukir dan Batu Lesung terletak di Desa Muak Kec. Gunung Raya yang berjarak 23 Km dari kota Sungai Penuh. Lokasi ini dapat di capai dengan menggunakan Bus Umum. Batu Berukir dengan gambar kuda, gajah dan Onta yang diperkirakan merupakan peninggalan sejarah abad III dan IV masehi. Obyek ini menggambartkan kebudayaan pada masa jaman Budha.
Selain Batu Berukir disekitar Desa Muak banyak ditemukan batu-batu dengan motif yang lain seperti Batu Gong, Batu Lesung, Batu Patah, Batu Dgu dan Batu Tangkup. Dengan banyak ditemukannya peninggalan sejarah dengan mitif yang beragam memberi gambaran kuat adanya pusat kegiatan budaya pada masa silam disekitar Desa Muak, hal ini sangat menarik untuk dikunjungi dan diteliti lebih lanjut.
ü    Upacara Asyeik
Upacara Asyeik adalah upacara ritual, penyelengaraannya dilaksanakan sesuai dengan arti nama tarian ini “Asyeik/Khusuk”. Tarian ini merupakan Upacara Persembahan untuk roh nenek moyang yang telah lama meninggaldengan menyediakan sesajian berupa makanan dari nasi putih, nasi kuning, nasi hitam, telur ayam, telur bebek. Lemang lepat, ayam panggang, air jeruk, bermacam-macam bunga,daunsirih dan lain-lainnya serta dilengkapi dengan sebilah keris.Upacara ini biasanya dilaksanakan jika ada orang ditimpa musibah atau mendapat rahmat.
ü    Tari Rangguk
Tari Rangguk ini merupakan tarian spesifik Kerinci yang Populer. Tari ini umumnya ditarikan oleh beberapa orang gadis remaja sambil memukul rebana kecil, tari ini diiringi dengan nyanyian sambil mengangguk-anggukkan kepala seakan memberikan hormat.
Tari Rangguk dilakukan pada acar-acara tertentu seperti menerima kedatangan Depati (tokoh adat Kerinci),tamu dan para pembesar dari luar daerah. Kadang-kadang Tari Rangguk dilakukan dilapangan terbuka diikuti dengan menabuh rebana dan gong beser.
Tarian ini merupakan tarian masal yang dilakasanakan pada saat :
·    Keduri Sko (Pusaka) pengangkatan / pemberian Gelar Adat (Rio Depati, Mangku, Datuk, dsb) kepada anak jantan yang dipilih oleh anak batino dari suatu suku / pintu / luhah untuk memimpin negeri.
·    setelah panen raya padi sawah.
·    Penyambutan tamu-tamu Agung Negeri yang datang berkunjung ke Bumi Sakti Alam Kerinci.
Tari iyo-iyo dibawakan oleh anak batino (perempuan) dengan gerakan yang sangat gemuali diiringi dengan lagu (Tale) ditingkah suara gendang (tambur) dan bunyi gong. Pembukaan tari iyo-iyo ini diawali dengan atraksi pencak silat yang disaksikan oleh sesepuh / tertua adapt serta tamu undangan lainnya.Tarian ini dilaksanakan anak negeri sebagai ucapan kegembiraan atas pengangkatan pemimpin adat mereka.
ü    Tari Tauh
Tarian ini merupakan tarian khas Daerah Lekuk 50 Tumbi Lempur Kecamatan Gunung Raya, biasanya diselenggarakan pada saat ada perayaan-perayaankenduri Sko penyambutan tamu.
Tarian ini dibawakan laki-laki dan perempuan (berpasang-pasangan) sering dilakukan sambil berdiri dan diiringi dengan misik rebab.gong dan nyanyian klasik yang disebut mantun yang mengisahkan Kehidupan masyarakat Desa, Percintaan, Adat istiadat dan lain-lain. Para penari menggunakan busana khas Lumpur yang berwarna hitam atau coklat serta memakai tutup hiasan perak. Tari Tauh acap dilakukan dilapangan terbuka namun ada juga didalam ruangan hal itu sesuai dengan waktu dan acara.
ü    Pencak Silat
Pencak silay ada yang dilakukan tunggal, bepasangan atau empat lawan satu dan para Pendekar ini menggunakan pedang dan Keris yang tajam, serta memakai kostum dan ikat kepala berwarna hitam. Pencak Silat biasanya ditampilkan pada saat Kenduri Sko atau Kenduri Adat menyambut tamu dan pereyaan-perayaan lainnya.
ü    Tale (Nyanyian Bersama)
Tale sebutan lagu khas Kerinci sering disenandungkan pada saat acara tradisi menggali Bandar air (memperbaiki system irigasi desa) secara bergotong royong dihadiri oleh seluruh anak negeri dan Pejabat Pemerintah.
Tale merupakan kegiatan budaya masyarakat dengan mengaerjakan sawah serta ladang secara bergotong-royong diiringi oleh nyanyian secara bersama yang dimaksudkan untuk menambah gairah dan semangat bagi yang bekerja. Budaya Tale ini tidak pernah pudar dari Bumi Sakti Alam Kerinci, hal ini bias kita saksikan atau sekalian ikut ber-Tale bersama.
Sealin itu ada lagi Tale pelepasan jemaah haji, yang dilaksanakan pada saat pelepasan sanak keluarga akan berangkat ke Mekah menunaikan Rukun Islam yang ke Lima .
ü    Hasil Kerajinan
Karya cipta rasa masyarakat Kerinci terlihat dalam berbagai macam ragam bentuk, salah satu hasil karya dimaksud adalah Kerajinan Batik dengan motif-motif asli seperti motif daun the, motif tulisan incung, dan lain-lain.
Beberapa pusat kegiatan Home Industri dengan bimbingan dan pembinaan yang dilakukan berkesinambungan oleh pemerintah daerah Kabupaten Kerinci, telah berkembang produk-produk Home Industri yang sangat unik dan menarik sebagai souvenir bagi wisatawan.
E. Masalah Utama
Ancaman kerusakan TNKS yang berada di empat provinsi di Sumatra dan terluas berada di Kabupaten Kerinci, Jambi atau 30% dari luas total 1,4 juta Ha masih tinggi akibat berbagai kepentingan ekonomi. Ancaman kerusakan TNKS karena penebangan liar (ilegal logging), perambahan membuka lahan perkebunan, dan perburuan binatang/ satwa langka terus berlangsung. Sebab itu peran serta masyarakat sekirat TNKS amat diharapkan, dan jangan hanya mengandalkan Departemen Kehutanan.
·    TNKS di Kerinci
Kerusakan ini terjadi mulai dari wilayah Kerinci bagian utara, Kerinci bagian tengah, dan Kerinci bagian hilir. Koordinator Advokasi Aliansi Konservasi Alam Raya (AKAR), Musnardi Moenir mengatakan, kerusakan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di wilayah Jambi telah mencapai 59.600 hektar. Kerusakan terparah terjadi di kawasan Gunung Tujuh. Kawasan Gunung Tujuh telah dirambah hingga mencapai tidak kurang dari 1.000 hektar. Identifikasi perambahan baru mencapai 165 hektar pada akhir tahun lalu.
Selain Gunung Tujuh, perusakan hutan sangat berat juga terjadi di wilayah Batang Merangin. Perusakan hutan di sana bahkan telah mengakibatkan terganggunya koridor satwa liar di Muara Imat. Jalur perlintasan gajah misalnya, telah dirusak lewat penebangan pohon dan pembukaan kebun. Ini mengakibatkan seringnya terjadi konflik antara masyarakat dan satwa liar. Menurut Musnardi, banyak pihak termasuk pemerintah daerah dan balai besar TNKS kurang peduli terhadap TNKS yang merupakan warisan dunia. Pemerintah bahkan hanya mengalokasikan tenaga polisi hutan sebanyak 109 orang untuk menjagai hutan seluas 1,4 juta hektar ini.
·    TNKS di Sumatra Selatan
Selain di Kerinci Taman Nasional Kerinci Seblat di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, juga terus dijarah oleh penebang liar dan dirambah. Tonggak-tonggak pembatas kawasan taman nasional itu pun telah banyak yang hilang.
Dalam data dari Kantor Konservasi Wilayah IV Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Sumatera Selatan tercatat setidaknya dua kasus pembalakan liar yang sedang dalam proses hukum hingga pertengahan tahun ini. Jenis kayu curian di antaranya kayu meranti dan kayu tembesu.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV TNKS Sumsel Aidy Hernadi di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, kemarin mengatakan, jalur peredaran kayu ilegal diduga memanfaatkan sungai yang melintasi kawasan taman nasional, di antaranya Sungai Rawas, Sungai Lakitan, Sungai Bal, dan Sungai Rupit.
Ia mengakui lemahnya pengawasan pada pelaku pembalakan liar dan perambahan. Luas kawasan TNKS di Musi Rawas tahun 2000 adalah 251.252 hektar, sementara pengawas 17 orang. Dari 10 pos penjagaan, hanya dua pos yang layak pakai.
Menurut Aidy, terdapat sejumlah kasus pembalakan liar yang terungkap, tetapi kasus itu berakhir di kepolisian dengan alasan kurang bukti. ”Sering kali kasus penebangan kayu liar akhirnya dibatalkan di tingkat penyidikan kepolisian,” katanya.
Jumlah kawasan TNKS di Musi Rawas yang telah dirambah untuk perkebunan sedikitnya 200 hektar. Sejak tahun 2004 lalu, pihaknya melakukan gerakan rehabilitasi hutan TNKS seluas 100 hektar, dan mulai tahun 2007 mendatang direncanakan seluas 200 hektar.
Kepala Dinas Kehutanan Musi Rawas Achmad Murtin mengatakan, ditemukan dua titik api di kawasan TNKS Musi Rawas melalui pengamatan Satelit NOAA beberapa waktu lalu. Diduga pembakaran dilakukan masyarakat untuk pembukaan lahan.
Sementara itu, cagak-cagak pembatas kawasan TNKS Musi Rawas dengan kawasan sekitarnya telah banyak yang hilang. Menurut Aidy, dari penelusuran perbatasan TNKS sepanjang 100 kilometer, sekitar 90 persen dari 1.000 cagak yang sudah terpasang kini tidak bisa ditemukan lagi.
Sebagian tonggak berbentuk balok itu terbuat dari beton setinggi 130 cm—50 cm bagiannya dipendam di tanah. Batas TNKS berbatasan dengan 10 desa. Panjang perbatasan yang belum terpantau 200 kilometer. Hilangnya tonggak-tonggak pembatas TNKS dikhawatirkan semakin memicu perambahan. Hutan TNKS adalah habitat utama badak, harimau, dan gajah sumatera.
Peta gangguan TNKS saat ini dapat dilihat pada peta dibawah ini :




F. Langkah Strategis Pengelolaan TNKS
1.    Pengamanan dan perlindungan hutan
2.    Konservasi kawasan
3.    Konservasi keanekaragaman jenis
4.    Pengembangan pariwisata alam
5.    Pengendalian kebakaran hutan
6.    Pembinaan daerah penyangga
7.    Pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar kawasan
8.    Pengembangan kerjasama kemitraan dan jejaring kerja (net working)
9.    Peningkatan profesionalisme SDM

G. Unit  Pengelola

BALAI TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT
Alamat   :  Jl. Basuki Rakhmat No.11 Po.Box 40, Sungai Penuh,
                  Kabupaten Kerinci 37101, Jambi. Telp. (0748) 22240; 22250,
                  Fax. (0748)

                 Email         :  btnks@pdg.vision.net.id
                Website    : www.kerinci.org
Sumber :
http://www.kerincikab.go.id/?pilih=hal&id=91

http://www.warsi.or.id/bulletin/alamsumatera/VOL1_No2/as1_23.ht

http://www.antara.co.id/arc/2007/11/14/ancaman-kerusakan-tnks-masih-tinggi/

http://www.baungcamp.com/?articles&post=Kerusakan_TNKS_Meluas

http://www.kompas.com/read/xml/2008/01/18/18450994/penjarahan.kayu.di.tnks.masih.berlangsung

http://www2.kompas.com/ Sabtu, 02 September 2006

No comments: